#

Author Topic: Nadine Dan Aktifitas Sosialnya  (Read 3368 times)

sunshine3185

Global Moderator

Hero Member

Nadine Dan Aktifitas Sosialnya
| November 02, 2012, 08:06:46 AM
Eksploitasi lumba-lumba saat ini kian mengkhawatirkan. Untuk itu Nadine Chandrawinata merasa perlu terlibat menjaga kelangsungan hidup hewan mamalia tersebut. Apalagi ekploitasi lumba-lumba dalam sirkus semakin marak. Kakak dari kembar Marcel Chandrawinata dan Mischa Chandrawinata ini bahkan mengaku melihat pembantaian hewan laut tersebut.



"Saya melihat langsung yah. Sirkus lumba-lumba ini cukup gencar. Saat saya main di pantai saya menemukan baby shark (bayi hiu) dengan keadaan sudah mati, sirip hiunya nggak ada. Kok itu menyebalkan banget, siripnya diambil tapi dagingnya nggak dipakai. Itu di pantai Salmona Makasar," ujarnya.

Kendati kesal dengan eksploitasi tersebut, Nadine yang dijumpai di Sekretariat Change.org, Jalan HOS Cokroaminoto No. 81, Menteng, Jakarta Pusat merasa apa yang dilakukan pihak Ancol dengan pertunjukan lumba-lumbanya berbeda.

"Mungkin sirkus lumba-lumba yang di lapangan dengan yang di Ancol itu berbeda. Kalau yang di Ancol memperhatikan kelangsungan hidup lumba-lumbanya. Lebih memperhatikan makanan si lumba-lumba. Sementara Kalau sirkus lumba-lumba lapangan kan, pindahnya aja membuat lumba-lumba stres. Suara transportasinya juga sudah buat mereka panik dan membuat lapar," ungkapnya.

sunshine3185

Global Moderator

Hero Member

Re: Nadine Dan Aktifitas Sosialnya
Reply #1 | November 02, 2012, 08:08:19 AM
Kepedulian artis cantik Nadine Chandrawinata terhadap kelangsungan hidup lumba-lumba, direalisasikan dengan mendirikan sekolah alam. Menurut Putri Indonesia 2005 ini, dengan adanya sekolah alam akan membantu masyarakat untuk lebih peduli pada biota laut.

"Saya membuat sekolah alam kerjasama dengan Pemerintah daerah setempat. Kita buka lapak, pakai papan tulis dan kapur. Saya menjelaskan apa yang saya tahu tentang laut dan bekerjasama dengan LSM (Lembaga Sosial Masyarakat). Kita berbagi informasi disitu," papar Nadine saat ditemui di Sekretariat Change.org, Jl. HOS Cokroaminoto No. 81, Menteng, Jakarta Pusat.

Ditambahkan, kegemarannya akan travelling dan menyelam selama lima tahun belakangan ini memberi kesempatan bagi Nadine untuk mengunjungi daerah-daerah yang memiliki kekayaan alam laut.

"Setiap saya berada di daerah manapun, saya buka sekolah alam. Saya minta ketersediaan tempat dan waktunya. Di range gimana anak-anak sekolah dan pemerintahnya bisa datang saya selalu minta itu. So far hampir di semua daerah saya pernah bikin sekolah alam," ungkapnya.

Walaupun sekolah yang dibuat Nadine sangat sederhana namun masyarakat memberikan respon yang baik.

"Saya dapat feedback. Karena jika datang kedua kalinya saya melihat banyak sekali perubahan dari banyaknya tong sampah. Terkadang anak-anak pamer rumah lingkungan dan bilang papa saya udah nggak nangkep ikan-ikan kecil, nangkapnnya ikan besar terus nggak pake bom dan pestisida," cerita Nadine.